Sunday, August 14, 2011

Pengertian Penduduk

Penduduk
Jumlah penduduk Kabupaten Lima Puluh Kota menurut Kabupaten dalam Angka tahun 2004 berjumlah 325.157 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebanyak 160.176 jiwa dan perempuan sebanyak 164.981 jiwa, dan pada tahun 2005 naik menjadi 327.652 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebanyak 161.467 jiwa dan perempuan sebanyak 166.185 jiwa. Artinya telah terjadi kenaikan sebanyak 2.495 jiwa atau laju pertumbuhannya sebesar 0,76 persen. yang terdiri dari laki-laki 1.291 jiwa (0,39 persen) dan perempuan 1.452 jiwa (0,44 persen).
Bila dilihat dari sisi sex ratio antara laki-laki dengan perempuan pada tahun 2004 adalah 97,09 persen dan pada tahun 2005 adalah 97,16 persen. Jadi masih terlihat bahwa perempuan jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki.
Kepadatan penduduk Kabupaten Lima Puluh Kota pada tahun 2005 mencapai 98 jiwa per Km2 dengan luas Kabupaten sebesar 3.354,30 Km2. Kecamatan yang paling tinggi tingkat kepadatan penduduknya adalah Kecamatan Luak dengan tingkat kepadatan sebesar 376 jiwa per Km2, dan Kecamatan yang paling rendah tingkat kepadatan penduduknya adalah Kecamatan Kapur IX dengan tingkat kepadatan hanya sebesar 36 jiwa per Km2. Penyebaran jumlah penduduk Kabupaten Lima Puluh Kota pada tahun 2005 per Kecamatan dapat dilihat pada Tabel dibawah ini.

Bila dilihat jumlah penduduk menurut kelompok umur di Kabupaten Lima Puluh Kota masih didominasi oleh penduduk usia muda yaitu sebanyak 100.460 jiwa atau 30,66 persen, sementara untuk kelompok umur usia produktif (15-64) sebanyak 199.852 jiwa atau 61,00 persen dan kelompok umur penduduk usia tua sebanyak 27.340 jiwa ( 8,34 persen), dari gambaran di atas dapat diambil kesimpulan bahwa bentuk piramida penduduk Kabupaten Lima Puluh Kota berbentuk segitiga, dimana jumlah penduduk yang usia muda lebih banyak jumlahnya dari penduduk yang berusia tua maka dengan demikian angka beban tanggungan (dependency ratio) juga ikut tinggi. Angka beban tanggungan Penduduk Kabupaten Lima Puluh Kota pada tahun 2005 adalah 39,00 persen.
Bila dibandingkan dengan daerah lain di Sumatera Barat, maka jumlah penduduk Kabupaten Lima Puluh Kota menempati urutan ke 6 (enam). Daerah yang memiliki jumlah penduduk terbanyak adalah Kota Padang dan yang paling sedikit adalah Kota Padang Panjang.

Angkatan Kerja
Secara umum angkatan kerja adalah tenaga kerja yang bekerja, sedangkan definisi dari angkatan kerja itu adalah bagian dari tenaga kerja yang sesungguhnya terlibat atau berusaha untuk terlibat dalam kegiatan produktif yaitu memproduksi barang dan jasa.
Kalau kita berbicara Angkatan kerja, banyak sekali istilah yang menyetainya seperti tenaga kerja (man power), pengangguran (unemployed), setengah menganggur (underemployed) dan lain – lain, pengertian dari kata – kata di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Tenaga Kerja ( man power )
Tenaga kerja adalah penduduk dalam usia kerja, pada umumnya adalah penduduk yang berumur 15 sampai 64 tahun atau pada usia produktif, sedangkan definisi dari tenaga kerja itu sendiri adalah jumlah seluruh penduduk dalam suatu daerah atau negara yang dapat memproduksi barang dan jasa jika ada permintaan terhadap tenaga mereka dan jika mereka mau berpartisipasi dalam aktivitas tersebut

b. Bukan Angkatan kerja.( Not in the labor force )
Adalah bagian dari tenaga kerja yang tidak bekerja atau tidak mencari pekerjaan atau bagian dari tenaga kerja yang sesungguhnya tidak terlibat atau tidak berusaha untuk terlibat dalam kegiatan produktif yaitu memproduksi suatu barang dan jasa. Dari pengertian di atas dapat mempermudah kita dalam menentukan jumlah angkatan kerja dan bukan angkatan kerja dalam penyusunan profil Kabupaten Lima Puluh Kota khususnya terkait dengan masalah sosio demografi.

Jumlah tenaga kerja di Kabupaten Lima Puluh Kota pada tahun 2005 adalah sebanyak 227.192 orang, dimana 117.447 orang diantaranya adalah tenaga kerja perempuan dan sisanya sebanyak 109.746 orang adalah tenaga kerja laki-laki, sedangkan jumlah angkatan kerja secara keseluruhan berjumlah 161.240 orang, 94.414 orang diantaranya adalah angkatan kerja laki–laki dan perempuan sebanyak 66.826 orang, dari sini dapat digambarkan bahwa tenaga kerja yang bekerja itu pada umumnya adalah laki – laki sedangkan perempuan kurang aktif dan tidak mau bekerja sesuai dengan kemampuannya. Dari 161.240 orang angkatan kerja yang ada 150.817 orang diantaranya sudah bekerja dan dari jumlah tersebut 91.182 orang adalah tenaga laki-laki dan perempuan sebanyak 59.635 orang, sedangkan yang sedang mencari pekerjaan jumlahnya 10.423 orang dan 3.232 orang dintaranya adalah laki-laki dan perempuan sebanyak 7.191 orang.
Tenaga kerja yang bukan angkatan kerja berjumlah 65.953 orang yang terbanyak dari jumlah tersebut adalah perempuan yaitu dengan jumlah 50.621 orang, Tenaga kerja yang bukan tenaga kerja ini pada umumnya adalah tenaga kerja yang masih menuntut ilmu disekolah yang berjumlah 15.252 orang dan yang lainnya berjumlah sebesar 50.701 orang. Secara umum persentase angkatan kerja dengan jumlah penduduk secara keseluruhan adalah 49,21 %.
Ditinjau dari lapangan usaha yang mereka lakukan yang terbanyak itu adalah lapangan usaha pertanian yaitu dengan jumlah 86.862 orang kemudian di ikuti oleh bidang perdagangan yaitu sebesar 20.225 orang, kemudian jasa dengan jumlah 17.525 orang dan industri berjumlah 13.639 orang serta lapangan usaha lainnya dibawah sepuluh ribu orang. Kalau ditinjau berdasarkan status pekerjaannya maka didominasi oleh mereka yang berusaha sendiri ( self empoyed ) yaitu berjumlah 31.603 orang yang terdiri dari laki-laki sebanyak 20.140 orang dan perempuan 11.463 orang, kemudian diikuti oleh mereka yang berusaha dengan buruh tidak tetap yaitu sebanyak 29.631 orang yang terdiri dari laki-laki 23.599 orang dan perempuan sebanyak 6.032 orang, kemudian diikuti oleh buruh/karyawan swasta berjumlah 29.284 orang dari jumlah tersebut 17.229 orang merupakan laki-laki dan selebihnya adalah tenaga perempuan. Selanjutnya lapangan usaha yang paling sedikit diminati adalah mereka yang bekerja bebas di non pertanian yaitu berjumlah 4.757 orang dari jumlah itu 3.784 orang merupakan tenaga laki-laki dan 9873 orang adalah merupakan tenaga perempuan.
Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa tenaga kerja laki – laki lebih dominan bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, namun demikian tenaga perempuanpun juga ikut dalam menopang kehidupan keluarga dengan arti kata bahwa penduduk perempuan Kabupaten Lima Puluh kota termasuk perempuan yang suka berkarya dan tidak hanya mengharapkan dari suami dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

Pengangguran
Pengangguran merupakan bagian dari angkatan kerja dimana pada saat sekarang sedang tidak bekerja biasanya kondisi seperti ini disebut pengangguran terbuka. Umumnya yang sering dihadapi pada saat sekarang adalah masalah setengah menganggur dan pengangguran tidak kentara.
Pengertian dari setengah menganggur ( Underemployment) menurut Badan Dunia ( PBB ) adalah perbedaan antara jumlah pekerjaan yang betul dikerjakan seseorang dalam pekerjaannya yang secara normal mampu dan ingin dikerjakannya, sedangkan pengangguran tidak kentara adalah mereka yang digolongkan dalam kegiatan bekerja, tetapi sebetulnya mereka menganggur jika dilihat dari segi produktifitasnya.
Penduduk Kabupaten Lima Puluh Kota secara empiris tidak ada yang menganggur, penduduk telah terbiasa bekerja sendiri, memproduksi barang sendiri sehingga dan bekerja dalam lingkungan sendiri untuk menghasilkan suatu barang atau jasa sehingga mereka mendapat imbalan dari pekerjan yang mereka lakukan baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dari data yang tersedia bahwa tenaga kerja yang tidak bekerja itu jumlahnya adalah 76.375 orang yang terdiri dari yang sedang mencari kerja berjumlah 10.423 orang dan yang masih bersekolah berjumlah 15.252 orang dan lainnya berjumlah 50.700 orang.
Post a Comment